KK Dheeraj

KK Dheeraj adalah produser terkenal film Indonesia berketurunan India yang lahir di Indonesia. Para pecinta film indonesia atau tv, pasti tak asing mendengar namanya. Film produksinya mampu menarik penonton. Bahkan tak sedikit yang mencapai box office.

Pada 2009 nama KK Dheeraj makin terangkat karena kontroversi yang dibuatnya. KK Dheeraj berani mendatangkan bintang Amerika untuk bermain dalam filmnya. Sebut saja Tera Patrick, Sasha Grey, dan Vicky Vette untuk  bermain dalam film horor.

Pada 2013, KK Dheeraj kembali mengejutkan jagad perfilman dan media. Ia berjanji akan membuat film yang tak hanya menghibur tapi juga edukatif. Ia membesut film JOKOWI dengan sangat apik dan mendapatkan appresasi dari masyarakat. Filmnya pun masuk dalam best katogori peran pembantu utama di salah satu Ajang festival indonesia. Pada saat pembuatan film tersebut, KK khusus bertemu dengan keluarga besar Jokowi di Solo dan bertemu Jokowi sendiri di Jakarta. 

Ketika ditanya alasan membuat film Jokowi tersebut, KK mengatakan, "Suatu saat saya akan punya anak. Saya ingin anak saya belajar pesan moral dari film Jokowi. Semua orang tua wajib membawa anaknya nonton film Jokowi. Kisah nyata anak kampung bisa jadi presiden"  

Pada 2014, saat Jokowi sukses memenangi pilpres, KK kembali memproduksi film tentang Jokowi yang diberi judul “Jokowi Adalah Kita”.

Sampai saat ini pemilik rumah produksi K2K Production dan K2K Pictures terus konsistent membuat film-film yang menghibur dan edukatif. Ia sudah beralih dari genre horor ke drama remaja dan komedi. Film komedi nya terus mendapatkan rating di TV nasional. “Harus berubah, harus edukatif. Yang nonton kan anak-anak muda, lebih bagus kalau ada pendidikannya,” ujarnya menjelaskan alasan di balik hijrahnya ke genre film yang berbeda. Media Banyak yang meliput sosok anak muda Ini yang mampu berkarir sendiri. Media international seperti Time Magazine Dan lainya. KK adalah produser pertama yang memanggil bintang Mahabharata dari India untuk berperan di filmnya.

KK yang lahir dan besar di Indonesia sejatinya mewarisi darah pedagang dari kedua orangtuanya. Ayahnya adalah pemilik pabrik Granit Dan Marmer di Gunung Putri, Bogor, sementara ibunya seorang pedagang berlian.

Namun saat masuk bangku SMA, KK merasa enggan meneruskan usaha orang tuanya. Ia justru tertarik pada industri kreatif. KK pun menguatkan tekad belajar film ke India selama dua tahun.

“Saat sekolah di sana saya enggak betah ingin buru-buru balik ke Jakarta,” tuturnya. KK sudah tak sabar ingin berkreasi membuat film. 

“Kalau teman-teman produser India yang lain banyak yang meneruskan usaha orang tuanya diindustri film. Sementara saya, mulai dari nol,” ceritanya. “Bayangkan saja, saya mulai dari nol dan masih hidup sendiri di dunia film. Saya sudah merasakan manis pahitnya di dunia showbiz ini," ungkapnya.

KK berpendapat, India memang layak menjadi tempat belajar film. Ia pun menyarankan agar pemerintah, sineas, maupun masyarakat perlu meniru India agar film Indonesia mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

“Sekarang sih sudah bagus, tinggal tingkatkan kualitas lagi. Setelah itu, balik ke penonton. Penonton harus memilih film sendiri dibanding film asing,” ujarnya.

Menurut KK, jika terus dijejali film Berkwalitas, masyarakat akan tersadar bahwa film Indonesia tak kalah dengan buatan Bollywood, bahkan Hollywood sekalipun.